Piala Asia merupakan ajang sepakbola terakbar di Asia. Semua peserta berjuang sekuat mungkin untuk merebutkan harga diri sebagai yang terbaik di Asia. Indonesia hampir selalu masuk putaran final Piala Asia (meskipun belum pernah lolos penyisihan grup). Untuk Piala Asia 2007 Indonesia menjadi salah satu dari empat tuan rumah (event sepakbola yang aneh, baru kali ini tuan rumahnya ada empat), dan Indonesia cukup serius dalam menjadi tuan rumah, ditandai dengan renovasi stadion, kerjasama dengan nike dan iklan timnas yang cukup menarik. Cukup menggembirakan memang, apalagi Timnas bermain apik di laga perdana dan berhasil menang 2:1 atas Bahrain, namun di pertandingan melawan Arab kalah tragis 2:1.

Meskipun bisa dibilang baik penyelenggaraannya, ada beberapa masalah yang terjadi mulai penjualan tiket sampai lampu stadion yang mati. Tapi itu semua sebenarnya masalah sepele (menurut gw), ada masalah yang penting banget yang tidak terpikir oleh panpel (lagi-lagi menurut gw). Ya, masalah itu adalah jadwal pertandingan pertama untuk setiap penyisihan grup. Pertandingan pertama pasti dimulai pukul 17.00 atau 17.30. Otomatis dengan mulainya jam segitu pasti kebanyakan penonton d stadion bahkan pemain sekalipun melewatkan sholat maghrib. Sungguh ironis, Indonesia yang mayoritas muslim tidak peduli akan kepentingan umat muslim. Apakah atas nama nasionalisme kita harus meninggalkan sholat ? atau atas nama kepentingan olahraga kita bisa mendapatkan rukshoh untuk menjama’ sholat (gw yakin jawabnya tidak). Seharusnya pertadingan pertama dimulai setelah ashar (sekitar pukul 15.30an) dan pertandingan kedua setelah magrib (sekitar pukul 18.30an). Jadi dengan begitu tidak ada sholat yang terlewatkan. Semoga kita semua mau berbenah untuk kebaikan bersama.

asiancup2007.gif