Berikut tulisan dari Ust Drs Ahmad Yani (Forsimpta) sebagai bekal buat kita untuk menyambut Bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan, Bulan Ramadhan :

Sebagai muslim, sudah seharusnya bila kedatangan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan kita sambut dengan penuh kegembiraan karena Insya Allah, kesempatan menikmati ibadah Ramadhan kembali kita peroleh. Target utama dari ibadah Ramadhan adalah semakin mantapnya ketaqwaan kepada Allah SWT sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an :

Hai orang-orang Beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa ( QS 2 : 183)

Sebagai wujud dari rasa gembira itulah, Ramadhan tahun ini tidak boleh kita lewatkan begitu saja tanpa aktivitas yang dapat meningkatkan ketaqwaan diri, keluarga dan masyarakat kita kepada Allah SWT. Maka, persiapan-persiapan kearah itu sudah harus kita lakukan, baik secara pribadi maupun bersama-sama.

Ramadhan yang penuh berkah harus kita jadikan sebagai momentum untuk menyelamatkan pribadi, keluarga, dan masyarakat dengan melakukan taqarrub Ilallah (mendekatkan diri kepada Allah), baik dengan taubat, munajat dan menjalankan sejumlah peribadatan maupun dengan khidmat yakni memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat agar kehidupan kita betul-betul dapat dirasakan manfaatnya bagi orang-orang lain, sedangkan perbaikan masyarakat dapat kita wujudkan dari waktu ke waktu, baik perbaikan diri, keluarga, masyarakat maupun bangsa dan Negara


KLASIFIKASI PROGRAM

Sekurang-kurangnya, ada tiga klasifikasi program yang harus kita persiapan.
1. Tarhib atau menyambut Ramadhan dengan mengkondisikan diri, keluarga dan masyarakat untuk menyambut dan mengisi Ramdhan yang mubarok (penuh berkah) dengan berbagai aktivitas ketaqwaan. Secara pribadi, ada beberapa hal yang harus dilakukan :
a. Menjaga kondisi fisik agar tetap sehat sehingga ibadah Ramadhan seperti puasa, terawih, tilawah dll dapat kita laksanakan dengan baik.
b. Mengingat atbau mengkaji kembali fiqih yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan sehingga pelaksanaanya bisa berjalan dengan baik. Karena didasari pada pemahaman yang baik. Segera membayar atau mengqadha puasa yang dengan sebab-sebab tertentu kita tidak bisa melaksanakannya pada Ramadhan tahun lalu.
c. Mengkoordisikan diri dengan menunaikan ibadah-ibadah yang sunat seperti puasa bulan sya’ban , tadarus Al Qur’an dan sebagainya.
d. Saling maaf-memaafkan dengan sesama kaum muslimin sehingga dalam memasuki Ramadhan, dosa kita dengan sesama manusia sudah kita hapus sehingga pada bulan Ramadhan hanya menyelesaikan dosa kepada Allah Swt, ini dimaksudkan agar ketika Ramadhan berakhir dan tiba hari raya Idul Fitri, kita benar-benar berada dalam keadaan fitrah atau suci, tanpa memiliki dosa, baik kepada Allah Swt maupun dengan sesama manusia.
e. Mempersiapkan keluarga dan masyarakat untuk menunaikan aktivitas dan ibadah Ramadhan. Diantara aktivitas yang bisa kita lakukan untuk mengkondisikan masyarakat untuk menyambut Ramadhan antara lain ; pemasangan spanduk dan stiker penyambutan Ramadhan dengan slogan-slogan yang menumbuhkan semangat beribadah Ramadhan dengan segala aktivitasnya, menyelenggarakan Tabligh Akbar menyambut kedatangan Ramadhan, membentuk panitia kegiatan Ramadhan di Masjid, Musholla dan Kerohanian Islam baik di kantor, kampus maupun sekolah dan klub-klub seperti olah raga, keseniaan dll dengan mencanangkan sejumlah program dan sebagainya. Persiapan menyambut Ramadhan juga harus dilakukan oleh para pengelola media massa, baik cetak maupun elektronik dengan menyiapkan acara dan rubrik Ramadhan yang berkualitas.
Dengan demikian, semua pihak dari kaum Muslimin harus mempersiapkan diri menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan perencanaan yang matang, untuk itu mutlak keharusan pembentukan panitia kegiatan Ramadhan agar aktivitas Ramadhan bisa dilaksanakan dengan baik.

2. Ihya atau menghidupkan Ramadhan dengan berbagai aktivitas yang dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt dan sesama kaum muslimin. Hal-hal itu antara lain :

a. Pelaksanaan ibadah puasa, sholat terawih dan witir, berdoa, tilawah, tasmi’ (mendengarkan) dan tadabur (mengkaji) Al Quran, khataman Al Qur’an, I’tikaf sepuluh hari terakhir dan sebagainya yang harus dilaksanakan sesuai dengan tuntutan didalam islam.
b. Menghimpun dana zakat, infaq dan shodaqoh serta mengelola dan menyalurkannya kepada yang berhak menerimanya, ifthor (buka puasa) bersama, bazar Ramadhan dan sebagainya.
c. Peningkatan kualitas dan kualitas aktivitas da’wah, misalnya pertama, menyelenggarakan ceramah terawih, kuliah shubuh dan zuhur dengan topik-topik yang sesuai dengan kebutuhan jamaah agar tidak tumpang tindih ataupengulangan yang berlebihan, dalam kaitan ini juga harus ditetapkan pembicara atau penceramah yang tepat. Kedua, pelatihan-pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas da’wah seperti pelatihan khotib dan mubaligh, pengelolaan perpustakaan masjid, manajemen masjid, mengurus jenazah, pengelolaan zakat, pengelolaan baitul maal wat tamwil (BMT) dan sebagainya yang kesemuanya itu juga untuk meningkatkan pemakmuran masjid dan sebagainya.

3. Ba’da Ramadhan, yakni menindak lanjuti aktivitas Ramadhan sehingga Ramadhan tidak berakhir begitu saja tanpa sesuatu yang berarti. Aktivitas ba’da Ramadhan yang dimaksudkan untuk memberikan bekas yang dalam antara lain :
a. Menyelenggarakan takbiran sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasullah Saw, bukan takbiran yang hura-hura dan mengandung nilai kemaksiatan.
b. Melaksanakan sholat Idul Fitri yang berlangsung secara Khusyu.
c. Menyerukan atau mengingatkan kaum muslimin akan nilai-nilai Ramadhan yang harus ditindaklanjuti.
d. Memperkokoh silatuhrahmi antar keluarga dan masyarakat muslim agar tumbuh dan dapat direlalisasikan semangat kebersamaan dalam menjalankan ajaran islam.
e. Melaksanakan puasa sunat bulan Syawal selama enam hari.
f. Memulai kembali aktivitas keislaman yang dialihkan sementara kepada kegiatan Ramadhan.

Manakala sejak dini, aktivitas Ramadhan telah kita rencanakan dengan matang dan kita laksanakan pada waktunya dengan baik, niscaya banyak manfaat yang kita peroleh dalam upaya menyelamatkan diri, keluarga dan masyarakat dari sejumlah krisis kehidupan yang selalu menghantui.