Meskipun hari raya Idul Adha 10 Dzulhijah sudah lewat, tapi masih enak pula kita membicarakan 2 ibadah penting, ya dua ibadah penting tersebut adalah qurban dan haji. Masing-masing ibadah tersebut mempunyai hukum yang berbeda. Ibadah qurban hukumnya adalah sunnah muakkadah, namun bagi yang mampu namun enggan melakukannya, ia hukumnya makruh. Sedangkan ibadah Haji hukumnya wajib (bagi yang mampu), karena Haji merupakan rukun Islam yang ke-5.

Itu tadi pengantar tentang ibadah qurban dan haji, trus bagaimana tradisi dua ibadah tersebut di Indonesia. Saya (konteksnya serius, jadi ga pake gw) tidak akan membahas tradisi ibadah tersebut di setiap daerah, tapi hanya satu wilayah saja, Madura. Kenapa Madura ? Ya wilayah yang identik dengan sate-nya dan tukang cukurnya itu mempunyai tradisi yang kuat tentang dua ibadah tersebut. Tradisi itu hampir melekat di seluruh masyarakat Madura. Rupanya dua ibadah itu bisa dibilang “wajib” untuk dilaksanakan apapun kondisinya. Setiap orang Madura pasti mempunyai cita-cita untuk naik haji. Jadi tak heran jika mereka yang tak kayapun sudah pernah naik haji. Itu juga yang mungkin menjadi salah satu alasan (menurut saya) kenapa orang madura mempunya jiwa dagang yang kuat. Sehingga bagi yang kaya dapat dipastikan sudah haji berkali-kali. Luar biasa semangat yang ditunjukkan masyarakat Madura dalam melaksanakan ibadah haji.

Bagaimana dengan ibadah qurbannya? Ternyata semangat berkurban masyarakat Madura sama dengan semangat mereka berhaji. Mereka berkurban sesuai dengan kemampuan mereka. Bagi yang hanya mampu qurban kambing, mereka dipastikan qurban kambing, demikian juga bagi yang mampu berqurban sapi. Tidak ada ragu atau penuh pertimbangan jika mereka hendak berqurban. Makanya di Madura, katanya hari raya Idul Adha lebih meriah dibandingkan dengan Idul Fitri.

Trus, bagaimana kita dengan dua ibadah tersebut ? Bagi yang belum mampu dan bahkan yang mampupun terkadang masih mikir-mikir penuh pertimbangan untuk melaksanakannya. Atau kita gak pernah bercita-cita untuk beribadah haji, karena secara itung-itungan penghasilan kita tidak akan sanggup. Sering kali kita menghukum diri kita sendiri dengan ketidakmampuan. Sering kali kita lupa bahwa Allah Maha Berkehendak, jika Allah menhendaki sesuatu maka jadilah. Banyak sekali contoh bukti Kekuasaan Allah.

Berlanjut dengan ibadah qurban, bagaimana dengan kita? Ibadah ini sebenarnya jauh lebih ringan (dari segi biaya) dibandingkan dengan ibadah haji. Ya, dengan satu ekor kambing kita sudah bisa berqurban. Tapi, kenyataannya kita juga masih banyak pertimbangan untuk melaksanakannya. Padahal misalnya kita sudah punya penghasilan tetap, punya berbagai macam perangkat elektronik tapi masih mikir-mikir untuk berqurban?

Semangat yang ditunjukkan saudara kita di Madura patut kita jadikan panutan, bagi kita yang sebelumnya tidak pernah membayangkan untuk berhaji mulai detik ini kita senantiasa berdoa kepada Allah untuk bisa berhaji demikian juga dengan qurban, bagi kita yang tahun ini masih banyak mikir-mikir dalam berqurban, insyaallah di tahun berikutnya kita bisa berqurban. Amin.