Meskipun balapan baru berjalan 4 seri pada musim 2008 ini, MotoGP menyajikan balapan yang super sengit. Bagaimana tidak, dari 4 seri tersebut mempunyai juara yang berbeda-beda. Dimulai dari Stoner (Ducati), Pedrosa (Honda), Lorenzo (Yamaha) dan terakhir Rossi (Yamaha) yang menjadi jawara di shanghai china. Bergantinya jawara tiap seri berdampak pula pada hasil kalesemen sementara, setiap seri urutan klasemen juga ikut berubah, dan sekarang dipegang Pedrosa.

Sengitnya musim 2008 mungkin dipengaruhi oleh kemampuan motor yang seimbang, bandingkan dengan musim kemaren, Ducati merajalela sekali, Yamaha sering bermasalah dengan Motor 800cc yang baru, demikian juga Honda masih belum bisa bersaing. Musim ini motor Yamaha yang ditunggangi Rossi dan Lorenzo cukup menjanjikan. Dan sepertinya sudah memenuhi ekspektasi Rossi. Rossi pernah mengatakan bahwa seandainya Motor Yamaha YZR-M1nya hanya mempunyai selisih Top Speed 5 km/h dengan Ducati, dia yakin bakalan memenangkan pertandingan. Dari 4 seri itu, Yamaha sudah membuktikan bahwa Top Speed bukan menjadi masalah lagi.

Untuk masalah Skill, jangan tanya lagi, Rossi masih terbaik dan mempunyai pengalaman yang lebih dibandingkan dengan 3 pesaingnya itu. Gaya balap Rossi bisa dibilang unik dan cukup berani mengambil resiko. Lorenzo sebenarnya mempunyai gaya balap yang mirip dengan Rossi, namun masih kalah dalam hal pengalaman dengan Rossi. Untuk Pedrosa, gaya balapnya biasa-biasa saja alias standar dan kurang berani dalam melakukan manuver, namun Pedrosa mempunyai kemampuan membaca petunjuk digital dalam sistem yang dipakai motor generasi sekarang (lupa istilahnya) serta sangat dimanjakan oleh Honda. Sampai-sampi motor 800cc pertamanya pada musim kemaren didisain sedemikin rupa supaya cocok dengan bodinya yang mungil dan sempat membuat iri Hayden. Dalam hati Hayden mungkin berkata “Yang jadi juara gw, kok yang dimanjain Pedrosa ya”. Kemudian Tim Honda menjawabnya dalam hati “Ya iyalah, lu juara kan karena beruntung dibalik ketidakberuntungannya Rossi, lawong cuma menang di 2 seri”. Makanya sebenernya kebangetan kalau Pedrosa tidak mampu menjadi juara. Berlanjut ke Stoner, dia mempunyai gaya balap seperti Pedrosa tapi didukung oleh tenaga Ducati yang powerful. Jadilah Stoner juara musim kemaren.

Susah memang memprediksi siapa juara musim ini, cuman naga-naganya sih salah satu pembalap dari Tim Fiat Yamaha, Rossi atau Lorenzo (ngarep banget). Siapun juaranya, semoga ditentukan pada balapan terakhir di Valencia nanti seperti ketatnya persaingan di Liga Inggris dimana juara musim 2007/2008 harus ditentukan pada partai terakhir (tapi kayaknya MU yang juara). Yah, tinggal menunggu kejutan-kejutan selanjutnya.