Daffa

Daffa

Sebenernya telat posting kali ini (harusnya dah seminggu yang lalu). Yak tepatnya tanggal 9 Mei 2009 (959, angka cakep kan:d) pukul 22.00 anakku “Daffa Haidar Al Fathin” terlahir melalui operasi cesar. Sembilan bulan lebih penantian itu, semua keluarga dibuat penasaran dengan sosok bayi yang satu ini. Maklum ini adalah putra pertama kami sekaligus cucu pertama dari dua belah pihak.

Dari awal kehamilan, day to day, month to month aku selalu mengikuti perkembangannya. Hampir setiap periksa kehamilan aku selalu menemani istri tercinta (klo ga salah cuman sekali ga bisa nememin karena lagi berada di luar kota). Dan selama itu alhamdulillah kehamilan istri baek-baek aja tanpa masalah (sesuai dengan literatur yang ada). Makanya prediksiku ketika persalinan nanti kemungkinan juga normal alias ga perlu operasi cesar. Tapi kita hanya bisa berencana dan berusaha (tak lupa juga berdoa), ternyata dia harus terlahir dengan operasi cesar. Tapi gpp-lah yang penting dua-duanya (anak & ibu) sehat-sehat aja.

Sungguh menegangkan menanti proses kelahiran anak pertama, mungkin hampir semuanya gitu kali ya. Mondar-mandir di rumah sakit, sering dipanggil petugas rumah sakit (petugas administrasi, suster, bidan, dokter). Perasan deg2an setiap dipanggil, apalagi pas dipanggil dijelasin ama bidan klo istri disarankan untuk operasi cesar. Waktu diminta konsultasi dengan istri rasanya dah pengen nangis aja, ga tega rasanya. Cuman ketika aku bertemu, istri masih bisa tersenyum dalam keadaan mau dioperasi, sungguh tenang hati ini (makasih istriku, hikss… terharu). Meskipun jauh-jauh hari dah yakin kalau istriku orang yang kuat, ga cengengan, jadi ga begitu peduli crita dr yang laen pas ngeliat istrinya kesakitan saat melahirkan.

Proses operasi bisa dibilang sangat cepat, ga nyampe setengah jam waktu operasi akudah dipanggil ama bidan “Bapak Cholis mau liat anaknya ga?“. Spontan langsung aku jawab “Ya“. Rasanya pengen nangis lagi pertama ngeliat anakku (cuman malu klo bidannya liat😀 ), alhamdulillah…., terima kasih ya Allah, Engkau telah menganugerahi kami buah hati yang menjadi penyenang hati kami …. Daffa seolah-olah tau klo ayahnya yang dateng, begitu berada didepannya, dia ngeliatin terus. Tak lama kemudian aku langsung meng-adzan-inya. Setalah itu aku langsung ambil HP buat moto dia.

Sampai di ruang tunggu operasi, keluarga yang laen langsung bertanya “Gimana?”. “Alhamdulillah bayinya baik-baik aja, tinggal nunggu bundanya keluar dari kamar operasi” jawabku, dan langsung aku liatin fotonya. Semuanya tampak gembira, sampe2 bapak mertua nyiumin berulang kali tuh foto yang ada di HP. Ga lama kemudian istri dah keluar dari kamar operasi dan alhamdulillah keadaannya baek2 aja, meskipun belum boleh ngomong (karena masih dalam pemulihan pasca operasi). Lega rasanya, dua-duanya dalam keadaan baek-baek aja🙂 .