Image

Setelah sekian lama, 4 tahun lebih akhirnya blog ini mulai terisi kembali. Kali ini saya akan share hasil mengikuti seminar orang tua luar biasa di PPSDMS Nurul Fikri, Lenteng agung hari Minggu, 8 September 2013. Intinya pada seminar itu adalah bagaimana kita bisa mengenali anak kita sehingga kita mampu menjadi orang tua luar biasa buat anak kita. Selain itu juga mempersiapkan anak kita menjadi anak yang mampu menghafal quran.

Ada hal menarik ketika bu Emy “ngoceh” di depan. Salah satunya beliau memberikan tips pada orang tua yang mempunyai banyak anak. Beliau berpesan, kita sebagai orang tua tak perlu kuatir dengan jumlah kamar yang dibutuhkan ketika anak kita banyak (lebih dari 1), cukup dengan 1 kamar untuk orang tua dan 1 kamar untuk anak perempuan. Kita tak perlu risau dengan anak laki-laki, mereka bisa tidur dimana saja, hal ini sekaligus memberikan pelajaran bahwa anak laki-laki adalah calon mujahid, sehingga perlu ditanamkan ketangguhan dalam dirinya.

Untuk slide presentasinya bisa dibaca-baca:

=======================================

Pembicara : Emy Soekresno, Spd.

Beberapa Hasil Penelitian Yang Dilakukan Oleh para Ahli Pendidikan :

  • Ketika bayi lahir dibekali oleh Yang Maha Pencipta Sel Otak sebanyak 100 milyar. Untuk dapat digunakan secara maksimal, otak bayi harus melalui sejumlah perubahan dan pelatihan terus menerus dan terarah. Sehingga melalui pertumbuhan dan perkembangan otak, anak akan menjadi makhluk social, cerdas dan berperasaan.
  • Seperti bagian lain dari tubuh jika ingin tumbuh kuat dan berfungsi optimal otak juga memerlukan latihan-latihan yang dapat memperkuat antar sel otak berupa pengalaman hidup (seperti : kegiatan bermain, berjalan-jalan di taman, bersosialisasi dan menghafal alquran.
  • Adanya pemnagkasan sel otak saat anak berusia 12/13 tahun, membuat para pendidik harus segera membantu pertumbuhan otak dengan lingkungan yang memungkinkan anak aktif sehingga kaya akan pengalaman. Jika saatnya otak memeriksa ‘muatannya’ maka setiap sel otak sudah ‘terisi’ dengan berbagai pengalaman. Jadi pemangkasan sel otak tidak perlu terjadi.

Otak punya periode peka / reseptif (“prime time”) terhadap pengalaman tertentu dari lingkungan:

  • Ikatan hati (“bonding”) antara anak dengan orang tua, pengasuh, atau guru terjadi pada anak usia (0-18 bulan)
  • Keterampilan motoric paling baik terjadi pada saat pre-natal samapi dengan 4 tahun
  • Berbicara dan kosakata terjadi pada 3 tahun pertama kehidupan anak
  • Matematika dan logika sangat sensistif diusia (1-4) tahun
  • Kepekaan terhadap nada terjadi pada usia (3-12 tahun)
  • Berbahasa asing dapat diajarkan secara tandem (sekaligus beberapa bahasa asing) kepada anak pada usia (3-12 tahun)

Beberapa Cara Belajar Anak  :

  • Penelitian tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan mengenai cara belajar anak / mendapatkan pengalaman melalui lingkungan yaitu :

–          Anak belajar melalui bermain (learning through playing)

–          Anak belajar dengan mengerjakan (leraning by doing)

–          Anak belajar dengan menyentuh materi yang dipelajari (hands-on learning)

  • Sabda Rasulullah SAW :

“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawabannya tentang kepemimpinannya. Imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya kepemimpinannya”. (dirawaytkan oleh ibnu umar)

  • Hadits tersebut mengingatkan kita akan amanah yang dipikulkan ke pundak kita yaitu amanah untuk mendidik anak. Kenyataan yang banyak ditemui adalah bahwa orang tua dan pendidik lalai terhadap amanah-Nya.
  • Tidak jarang anak mendapatkan perlakuan tidak manusiawi dari orangtuanya hanya karena berbuat salah. Kadang-kadang orangtua dan pendidik lainnya bersikap berlebihan terhadap kesalahan anak bahkan sampai terjadi penganiayaan fisik ataupun penganiayaan verbal.
  • Pendidikan Anak Dalam Islam oleh Abdullah Nashih Ulwan menyebutkan tujuan segi dalam mendidik anak yang sangat diperhatikan oleh Rasulullah :

–        Segi keimanan

  • Menanamkan prinsip ketauhidan (mengokohkan fondasi iman)
  • Mencarikan teman yang baik
  • Memperhatikan kegiatan anak

–        Segi moral

  • Menanamkan kejujuran (tidak munafik)
  • Amanah, tidak mencuri, tidak menipu
  • Menjaga lisan, berakhlak mulia

–        Segi Mental dan intelektual

  • Mempelajari fardhu ‘ain dan fardhu kifayah
  • Mempelajari sejarah islam
  • Menyenangi bacaan bermutu yang dapat meningkatkan kualitas diri
  • Menjaga diri dari hal-hal yang merusak jiwa dan akal

–        Segi jasmani

  • Mendapatkan nafkah yang wajib berupa kebutuhan dasar anak berupa : makanan yang halal dan baik, tempat tinggal yang nyaman, adanya kepedulian terhadap kesehatan, memakai pakaian yang menutup aurat dan layak dipakai, sarana pendidikan yang sebaik-baiknya

–        Segi psikologi

  • Menantisipasi gelaja psikologis seperti : malu, takut, minder, manja, egois, dan pemarah

–        Segi social

  • Melatih anak untuk menunaikan hak orang lain dan setiap yang berhak dalam kehidupan
  • Dibiasakan mengenal etika social
  • Memberikan contoh akhlaqul karimah

Ciri-ciri bawaan potensi yang terberi :

  1. Aktivitas
  2. Regularitas
  3. Reaksi awal
  4. Penyesuaian diri
  5. Intensitas emosi
  6. Susasana hati
  7. Kegigihan
  8. Mudah tidaknya mengalihkan perhatian
  9. Sensitifitas

Gaya belajar :

  1. Visual
  2. Auditorial
  3. Kinestetik

Kecepatan belajar :

  1. Pelari
  2. Pejalan kaki
  3. Pelompat

http://www.youtube.com/watch?v=rYmGVs5KPXA